Skip to content

Pengaruh Lidah yang Jujur dan Fasih

Pengaruh Lidah yang Jujur dan FasihPengaruh lidah yang jujur, dan fasih bagi ummat adalah seperti pasukan yang pemberani dan serdadu yang hebat. Lidah yang jujur dan fasih bisa leluasa berdialog dengan  jiwa dan hati sanubari secara langsung.

Dengan mendengar kalimat-kalimat pidato yang tajam dan mengena; kebenaran akan tegak, orang yang pengecut menjadi pemberani, orang yang kikir menjadi dermawan, orang yang hina menjadi mulia, orang yang malas berjuang menjadi bersemangat, orang yang mudah putus asa menjadi tabah, orang yang miskin merasa tersantuni, orang yang susah merasa terhibur, dan orang yang tertimpa musibah menjadi sabar.

Seorang orator yang berlidah jujur dan fasih mampu menyulut semangat pada kepala para pejuang, dan membangkitkan gairah jiwa para patriot.

Seorang orator yang berlidah  jujur dan fasih dalam sekejap mampu merangkai sebuah sejarah yang panjang dan harapan-harapan yang menjanjikan.

Jika umat yang dibela berjaya, kepalanya terangkat sampai kebintang kejora. Dan jika umat yang dibela terkalahkan, mereka  tetap berusaha mengangkatnya walaupun kepala mereka sendiri tergeletak  diatas tanah.

Ketika berbicara tentang semangat keberanian didepan didepan passukan, mereka berubah menjadi orang-orang yang rindu pada medan pertempuran tanpa menghiraukan resiko kematian. Mereka seolah-olah  sedang menuju kesebuah taman yang asri. Bagi mereka, kehidupan tidak ada artinya sama sekali tanpa berani menantang kematian, hidup hidup tanpa pembelaan adalah aib.

Mereka memandang remeh musuh, sampai-sampai pedang mereka dianggap hanya seperti pena para penulis dan tembok mereka hanya seperti sebatang dahan pohon.

Ketika berbicara ditengah orang-orang kaya, mereka berubah menjadi orang-orang dermawan yang menganggap bahwa hidup ini sia-sia tanpa berderma serta menyantuni orang-orang yang miskin, dan bahwa kikir berarti kematian. Ucapan mereka mampu mengalirkan uang, emas perak dan harta-harta yang lain.

Ketika berbicara ditengah orang-orang miskin yang malas, mereka berubah menjadi orang-orang yang bersemangat untuk merubah nasib, yang bergairah menyongsong kebahagiaan, yang tabah menjalani penderitaan.

Semua perubahan yang radikal tersebut adalah karena pengaruh lidah yang jujur dan fasih.

Published inNasehat Khalifah