Skip to content

Rahasia di Balik Asma Allah Al-Malik

Rahasia di Balik Asma Allah Al-MalikDia-lah Maha Raja yang sebenarnya. Di dalam semesta ini, yakni dilangit dan di muka bumi tidak akan pernah ada yang mampu menguasai atau mengendalikan sesuatu apa pun karena semua yang ada pada hakekatnya adalah kepunyaan Allah semesta dan Allah pula yang menguasai dan mengendalikannya. Allah adalah raja dari segala raja. Apapun pangkat dan kedudukan kita di dunia ini, disisi Allah tidak berarti apa-apa melainkan semua kita hanyalah makhluk yang menghamba atau mengabdi kepada kepada Allah Swt.

Allah sebagai dzat Yang Maha Merajai berhak memberikan aturan kepada setiap hamba-Nya yang diciptakan. Dengan jelas Allah menjelaskan bahwa jin dan manusia diciptakan hanyalah untuk mengabdi kepada-Nya. Setinggi apa pun kedudukan seseorang hamba hendaklah ingat akan tujuan diciptakannya, yaitu menyembah Allah.

Salah satu perintah Allah adalah memanusiakan manusia, maka seseorang pemimpin harus mengayomi kepada rakyatnya, bukan malah menindas. Mengayomi rakyat termasuk ibadah kepada Allah yang berhubungan dengan manusia, sedangkan merampas hak dan menindas akan dicatat sebagai pelanggaran karena telah mencederai hati sesama. Dan, ingatlah bahwa setiap pemimmpin akan diminta pertanggung jawabannya kelak.

Rasulullah Saw bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang imam adalah pemimmpin dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang pelayan adalah pemimpin (pengelola) dalam harta majikannya dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya setiap orang adalah pemimpin dan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nama Allah al-Malik  ini disebutkan secara berulang kali dalam Al-Qur’an, diantaranya pada ayat berikut:

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡكَرِيمِ ١١٦

“Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ´Arsy yang mulia.” (QS. Al-Mu’minuun: 116)

Khasiat:

  1. Barang siapa membaca lafazh ini dengan istiqamah pada setiap matahari tergelincir (siang hari setelah masuk waktu shalat Zhuhur) sebanyak 100 kali, insya Allah hatinya akan menjadi bersih dan akan lenyap segala kotorannya.
  2. Barang siapa membacanya sesudah terbit fjar sebanyak 120 kali, insya Allah akan dikaruniai kekayaan melalui sebab-sebab maupun pintu yang dibukakan Allah Swt kepadanya.
  3. Bagi yang membaca lafazh ini sebanyak 133 kali sehabis shalat shubuh dan maghrib, insya Allah akan dilapangkan semua usahanya. Apa pun yang dilakukannya senantiasa diberi keuntungan.
Published inAsma'ul Husna