Skip to content

Karya Kehidupan yang Hakiki

Karya kehidupan yang HakikiUntuk bisa berkarya dalam kehidupan ini ialah kalau anda memiliki posisi yang strategis di Dunia. Anda harus menempati nomor atau angka yang punya nilai, bukan yang kosong melompong. Ini artinya, sebisa-bisanya anda harus ikut ambil bagian dalam membangun dan memberi, demi meringankan beban berat ummat.

Sesungguhnya seekor lebah yang telah mati harus dibuang dari luar sarangnya, karena ia sudah tidak ada nilainya sama sekali. Pohon yang layu harus dihilangkan dari taman, karena sudah tidak ada gunanya sama sekali. Bagi seorang sudah melihat dan mendengar namun tidak mau memberi, berproduksi, dan beramal, ia tidak akan memperoleh balasan sama sekali. Bagi seorang pelajar yang enggan belajar tanpa ada alasan, tetapi memilih duduk santai bersama ibunya dirumah, ia akan menerima akibat yang menyakitkan berupa kegagalan studi yang menyedihkan. Seorang kariyawan yang lebih mengutamakan tidur dari pada bekerja, ia akan dibentak oleh majikannya. Dan seorang ulama yang sibuk mengurus diri sendiri saja sehingga tidak mau memberikan mamfaat kepada ummat, ia akan dicatat sebagai orang yang telah mengakibatkan amanat dan gagal dalam memberikan teladan.

Hai orang yang menginginkan kebajikan dirinya dan ummatnya, jangan anda menjadi orang yang lupa dan dilupakan, atau menjadi barang dagangan yang sangat murah harganya.

“seorang tidak mendapatkan kebajikan dalam hidup ini jika ia dianggap sebagai barang dagangan yang murah”

Barang daganagan yang paling murah ialah manusia yang hanya bisa makan, minum, dan tidur. Ia tidak memberikan mamafaat sama sekali bagi orang lain. Nilai orang seperti itu benar-benar jatuh dimata orang-orang yang mulia, karena ia telah menghapus namanya sendiri dari daftar kehidupan, dan mencoret nomornya dari papan orang-orang yang mau memberi serta berkorban buat sesama. Pada hakekatnya ia berada dalam alam kematian, meskipun jasadnya masih bisa makan dan mimum. Ia sedang terkulai dialam kubur, kendatipun fisiknya masih bisa tertawa dan tidur. Orang seperti itu, ikut andil besar dalam menaikan harga-harga sembakau, karena banyaknya yang ia konsumsi secara sia-sia. Ia juga ikut andil besar bagi terjadinya krisis air, karena banyaknya  yang ia minum.

Idialnya, manusia itu harus cenderung maju kedepan, membangun, dan terus melakukan hal-hal yang produktif dan dinamis. Tetapi orang seperti tadi, justru mundur kebelakang, karena ia telah melawan hal-hal yang ideal tersebut. Ia telah menjadi musuh kesuksesan serta kemajuan.

Khafilah kehidupan tidak akan menunggu orang-orang yang malas. Mereka hanya siap sedia membawa rombingan para aktifis kehidupan. Orang-orang yang santai pasti akan ditinggalkan. Waktu tidak akan mau menunggu siapa pun, dan diantara rombongan khafilah kesuksesan tidak ada yang tolol satupun.

Published inNasehat Khalifah