Skip to content

Tidak Ada Perbedaan Antara Satu Unsur dengan Unsur Lain

Tidak Ada Perbedaan Antara Satu Unsur dengan Unsur LainIblis telah menjadikan unsur penciptaanya sebagai penyebab kekufuran dan kesombongannya, menjadikannya berkilah bahwa dirinya lebih tinggi kedudukannya dari manusia, egitulah iblis telah ditipu oleh dirinya dan dia menyakini bahwa dirinya lebih mulia (dari manusia). Iblis telah lupa bahwa kelebihan yang dimilikinya tidak datang begitu saja dan dihasilkan oleh dirinya sendiri tetapi semuanya itu berasal dari Allah Swt yang telah memberikan kelebihan pada unsur api yang darinya jin diciptakan. Sekitarnya Allah Swt tidak menciptakan kelebihan tersebut pada makhluk yang tercipta dari api maka sekali-kali kelebihan tersebut tidak akan pernah ada.

Sesungguhnya keutamaan (kelebihan) tersebutbukan terletak pada unsur api yang darinya jin diciptakan akan tetapi kemuliaan pada unsur api yang darinya jin diciptakan akan tetapi kemuliaan (kelebihan) tersebut terletak pada Dzat yang telah menciptakan dan mewujudkan kelebihan-kelebihan tersebut pada unsur api.sesungguhnya jika Allah Swt berkehendak untuk menhilangkan (sifat) api dari unsur ini niscaya iblis akan menjadi makhluk-Nya yang paling hina (rendah).

Kelebihan-kelebihan in menjadikannya terbahwa ke derajat kufur,melahirkan kebanggaan dan kesombongan tertinggi yang lahir dari diri iblis, sesungguhnya dia telah menjadikannya kemudian bersumber dari (unsur) dzat dirinya,dikarenakan dia makhluk yang tercipta dari unsur yang lebih tinggi daritanah yang api, inisesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh Qarun ketika dia berkata sebagaimana yang telah diceritakan oleh Al-Qur’an:

قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِيٓۚ أَوَ لَمۡ يَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَهۡلَكَ مِن قَبۡلِهِۦ مِنَ ٱلۡقُرُونِ مَنۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُ قُوَّةٗ وَأَكۡثَرُ جَمۡعٗاۚ وَلَا يُسۡ‍َٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٧٨

“Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. (QS. Al-Qashash: 78)

Sebagai balasan dari perbuatannya Allah Swt meneggelamkan Qarun bersama hartanya ke dalam bumi.

Selanjutnya iblis bersumpah untuk terus menerus bermaksud kepada Allah, sebagaimana yang telah dikhabarkan oleh Al-Qur’an kepada kita:

قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ١٦

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus”. (QS. Al-A’raf: 16)

Dalam hal ini kita memiliki sikap yang kedua,yaitu dalam perkataan iblis sebagaimana telah dinyatakan dalam Al-Qur’an di atas, “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat”, kesesatan iblis terjadi karena Allah yang telah menyesatkan, kemudian bagaimana iblis dihisab (dihukum) padahal Allah Swt (sendiri) yang telah menyesatkan?

Jawabnya ialah: iblis berhak untuk mendapatkan kesesatan dikarenakanperilakunya sendiri.sesungguhnya kesombongan telah merasuk kedalam jiwanya, dan dia menyakini bahwa dirinya telah memperoleh apa saja yang diinginkannya, baik dari unsur penciptaan maupun ilmu yang bersumber dari dirinnya,maka Allah Swt membiarkan iblis bersama kesombongannya sehingga dia pun menjadi tersesat, seakan-akan sebab kesesatan itu bermula dari setan maka dia berhak untuk mendapatkan hukuman yaitu Allah Swt membiarkan dirinya bersama kesombongannya yang akibatnya dia pun terjerumus ke dalam kekufuran.

Halitu sesuai denagan apa yang telah Allah jelaskan kepada kita di dalam Al-Qur’an Al-karim:

وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ١٠٨

“Dan Allah (sekali-kali) tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Maidah: 108)

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ٦٧

“Dan Sesungguhnya Allah (sekali-kali) tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (QS. Al-Maidah: 67)

Dan iblis telah menjadi fasik dan kafir,fisik karena dia telah mendurhakai perintah Allah Swt unntuk sujud kepada Adam As, fasik maknanya adalah jauh dari minhaj (jalan yang telah ditetapkan).

Dikatakan ‘fasaqat ar-rathabah’ jika kurma mentah telah menjadi kurma yang kering (matang). Al-Balhu maknanya adalah merah yaitu kurma yang masih mentah dan kulitnya sangat melekat dengan isinya, dan sekali-kali kamu tidak akan bisa memisahkannya. Jika ia telah menjadi kurma yang kering maka denagan sendirinya kulit kurma lepas dari isinya, dan dengan ‘fasaqah ar-rathabah’ disini artinys adalah terpisahnya kulit kurma dari isinya (daging buah), sehingga diartikan bahwa yang dimaksud dengan fasik adalah jauh dari konsep yang telah di tetapkan.Allah Swt telah menjelaskan kepada kita bahwa iblis telah fasik dan kafir sebaimana yang dijelaskan dalam firman-Nya:

….. فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِ

“Maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. (QS. Al-Kahfi: 50)

Allah Swt telah membiarkan iblis bersama dirinya sendiri maka dia pun tersesat dan terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kekufuran, itu dikarenakan Allah Swt tidak menzhalimi sesorang pun dari hamba-Nya akan tetapi kezhaliman itu datang disebabkan oleh dirinya sendiri. Ketika satu makhluk  menzhalimi dirinya sendiri dan memilih jalan kekufuran maka Allah Swt tidak membutuhkan darinya sesuatu apapun, karena sesungguhnya Allah Maha Kaya atas seluruh makhluk-Nya.

Published inSetan