Skip to content

Penciptaan Malaikat dari Cahaya

Penciptaan Malaikat dari CahayaMalaikat diciptakan Allah  dari materi yang disebut nur. Hal ini mangacu kepada sabda Rasulullah, yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Aisyah bahwa beliau bersabda, “Para malaikat diciptakan dari cahaya, para jin diciptakan dari api, dan menciptakan Adam sebagaimana diterangkan kepada kalian.”

Tidak dijumpai keterangan yang lebih terperinci tentang sifat hakikat dari cahaya yang dimaksud dalam hadits tersebut, baik dalam Al-Qur’an maupun hadits nabi yang lain. Hal ini berbeda dengan keterangan tentang unsur penciptaan manusia yang disebutkan jenis materinya secara umum, dan pada ayat lain ada keterangan sifat bahkan kerengan fisik tentang tanah yang dijadikan sebagai bahan dasar penciptaan manusia. Sebagaimana firman-Nya:

۞مِنۡهَا خَلَقۡنَٰكُمۡ وَفِيهَا نُعِيدُكُمۡ وَمِنۡهَا نُخۡرِجُكُمۡ تَارَةً أُخۡرَىٰ ٥٥

“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (Thahaa: 55)

وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ٢٦

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al-Hijr: 26)

Kenyataan ini mengandung munculnya sejumlah pandangan yang berbeda. Apakah cahaya yang dimaksud adalah cahaya sebagaimana yang ada dialam ini, ataukah cahaya dalam arti kias. Ada juga yang berpendapat bahwa cahaya yang dimaksud adalah cahaya Allah. Wallahu A’lam.

Malaikat tidak memiliki perasaan yang berlebihan atass zat asalnya. Tidak banggga dan tidak pula merasa rendah. Hal ini berbeda dengan sikap golongan jin, yang memiliki kebanggaan kelebihan terhadap zat asalnya. Kalangan jin merasa bahwa kejadian mereka yang berasal dari unsur api adalah sesuatu yang istimewa. Anggapan dan rasa bangga diri yang berlebihan ini pula yang membuat kebanyakan kalangan jin mengalami kesesatan.

Published inJejak Malaikat