Definisi ahlus Sunnah wal-Jama’ah Menurut Syariat

Nama dan Definisi ahlus Sunnah wal-Jama'ah Menurut SyariatSaat ii banyak sekali kaum muslimin yang mengklaim diri mereka berasal dari ahlus Sunnah wal-Jama’ah. Di antara mereka yang mengaku berasal dari Ahluls Sunnah wal Jama’ah tersebut ada yang menamakan diri kelompok Sunni, kellompok Habasyi, kelompok Syiah dan banyak lagi nama yang lain.

Jika saja seseorang mempelajari contoh-contoh sederhana dalam perbedaan kelompok tersebut, maka dari sini seseorang akan mudah menarik kesimpulan bahwa baik Sunni maupun Syiah keduanya bukanlah bagian dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Karena perbeddaan dari dua kelompok tersebut terlalu besar untuk direkomendasi. Kesimpulan yang sama dapat diambil dengan memperbandingkan kelompok-kelompok yang lain dan begitu seterusnya.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah adalah bagaimana kita mengetahui siapa Ahlus Sunnah wal Jama’ah tersebut dan untuk apa keberadaan mereka? sebelum kita menghapus dan membahas topik ini lebih detail, sangat penting bagi kita untuk mengkaji hukum Islam yang mengacu pada pemilihan topik bahsan tersebut. Allah berfirman:

وَجَٰهِدُواْ فِي ٱللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِۦۚ هُوَ ٱجۡتَبَىٰكُمۡ وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ مِّلَّةَ أَبِيكُمۡ إِبۡرَٰهِيمَۚ هُوَ سَمَّىٰكُمُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ مِن قَبۡلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ ٱلرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيۡكُمۡ وَتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِۚ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعۡتَصِمُواْ بِٱللَّهِ هُوَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ فَنِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ٧٨

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS. Al-hajj: 78)

juga diriwayatkan oleh Imam al-Harits al-Asy’ari bahwa Rasulullah Saw, bersabda:

“Panggillah kaum muslim dengan nama mereka dan dengan panggilan yang diberikan Allah kepada mereka, muslim, mukmin dan ibadullah (hamba Allah).” (HR. Muslim dan Imam Ahmad)

Demikian untuk artikel kali ini jangan lewatkan untuk membaca artikel sebelumnya dengan judul Prinsip Keras Ahlus Sunnah wal Jamaah