Skip to content

Tak Mudah Menghilangkan Dosa Akibat Musyrik

Tak Mudah Menghilangkan Dosa Akibat MusyrikAllah Swt telah memberikan kepada kita semua peringatan tentang bahaya musyrik ini dalam firman-Nya:

……ۡۖ إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ ٧٢

“….Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka…” (QS. Al-Maidah: 72)

Dalam beberapa ayat Allahtelah menjelskan bahwa Dia Maha Pengampunan. Semua dosa akan Dia ampuni jika seseorang pendosa benar-benar mau bertobat. Akan tetapi unutk dosa musyrik, Allah mengecualikan jenis dosa ini.

Allah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ٤٨

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’: 48)

Menurut bahasa, syirik berarti persekutuan atau menyekutukan Allah dengan yang lain. Seddangkan menurut istilah, syirik adalah anggapan atau i’tikat menyekutukan atau menyamakan Allah dengan yang lain. Seakan-akan ada yang Maha Kuasa di samping Allah. Orang yang menyekutukan Allah disebut musyrik. Syirik adalah sebuah dosa besar. Jika di banding dengan dosa-dosa yang lain, syirik tergolong sebagai dosa yang paling dimurkai Allah.

Syirik beda dengan kafir. Kalau kafir adalah mengingkari keberadaan Allah atau tidak percaya sama sekali terhadap ketuhanan Allah, maka dalam syirik masih ada keperccayaan kepada Allah sekaligus ada keimanan kepada-Nya, akan tetapi keimanan itu dicemari dengan keimanan kepada yang lain. Dari sini bisa dipastikan bahwa pelaku syirik sesungguhnya adalah orang islamitu sendiri. Syirik, disamping menyembah Allah juga menyembah selain Allah. Syirik, selain percaya terhadap ke-maha-an Allah juga masih mempercayai bahwa yang lain juga punya kemampuan seperti Allah.

Ada banyak hal yang menjerumuskan kita pada tindak kemusyrikan, misalnya kita masih mempercayai bahwa ada kekuatan yang bisa memberi mamfaat atau madzarat terhadap kehidupan manusia. Salah satu dari kemusyrikan ini adalah keperccayaan dinamisme dan animisme. Kepercayaan bahwa roh orang-orang  yang telah mati sanggup memberikan sesuatu kepada orang hidup adalah sebuah tindak kemusyrikan. Kepercayaan bahwa benda-benda tetentu mempunyai kekuatan yang bisa memberikan pertolongan kepada manusia juga merupakan tindak kemusyrikan.

Syirik sesungguhnya sama artinya dengan menduakan Allah. Bagaimana tidak, dalam syirik ada persekutuan. Dalam syirik ada dua hal yang dipersamakan. Dalam syirik, selain percaya kepada Allah juga masih mempercayai yang lain. Semestinya orang yang sudah benar-benar beriman kepada Allah dan sepenuhnya mempercayai akan keesaan-Nya tidak perlu percaya kepada yang lain. Demikian juga semestinya saat seseorang sudah takut kepada Allah, maka logikanya ia tak perlu takut dengan yang lain.

Syirik dengan demikian sama artinya dengan mengotori kemurnian iman. Kalau disamakan perasaan cinta, syirik bisa berarti penghianatan. Ya, dikatakan demikian sebab syirik sama artinya menghianati kesetiaan iman. Saat seseorang sudah mengaku beriman kepada Allah, maka itu berarti sepenuhnya perccaya bahwa Allah-lah yang Maha segala-galanya. Allah-lah yang memberikan pertolongan. Alla-lah yang memberi sakit sekaligus memberikan obatnya. Allah-lah yang memberikan jatah rizki kepada manusia, bukan yang lain.

Jika seseorang mengaku percaya kepada Allah akan tetapi ia masih percaya ada sebentuk pertolongan selain yang datang dari-Nya. Maka ini pun sebentuk tindak kemusyrikan. Saat seseorang percaya bahwa Allah-lah yang memberi sakit sekaligus obatnya, akan tetapi dalam hati seseorang ada kepercayaan bahwa sakit itu datang dari selain Allah dan obat itupun ada ditangan selain Dia, maka itu pun termasuk musyrik.

Ada banyak tindak kemusyrikan yang sering kali kita lakukan namun tanpa kita sadari salah satunya dalah riya. Riya sesungguhnya adalah bentuk kemusyrikan. Nabi menyebut riya sebagai syirik kecil atau syirik samar. Riya adalah melakukan amal kebajikan yang tujukan kepada selain Allah. Dalam riya ada sebuah niat yang ditujukan bukan kepada Allah akan tetapi kepada yang lain. Semua amal kebajikan, bahkan semua jenis amal ibadah yang secara khusus berhubungan kepada Allah bisa dicemari oleh riya. Shalat yang dilakuka seseorang agar dilihat lain atau dipuji seseorang itu adalah sebentuk riya. Shalat yang demikian sama artinya dengan shalat kepada sesama manusia.

Adapun bentuk kemusyrikan yag dilakukan oleh seseorang satu hal yang harus disadari bahwa syirik adalah termasuk dosa besar yang tidak begitu saja diampuni Allah. Allah bahkan sudah menyiapakan neraka bagi orang-orang islam yang melakukan kemusryrikan ini. Meski mereka mengaku beriman, meski mereka termasuk orang-orang islam, bahkan meski mereka termasuk golongan umat Muhammad, jika mereka musyrik dan menduakan Allah dengan yang lain, maka tak segan-segan Allah memasukan mereka kedalam neraka.

Allah berfirman:

…. إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ ٧٢

“…. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka…” (QS. Al-Maidah: 72)

Untuk kali ini sekian dulu untuk menambah pengetahuan kita mungkin anda ingin melihat artikel kami sebelumnya dengan judul Amaliyah Ringan yang Menjadi Tiket ke Surga

Published inSurga Neraka