Skip to content

Kesulitan Menikah Karena Takdir

Kesulitan Menikah Karena TakdirSeorang wanita bertanya karena dia belum juga menikah apakah tidak menikahnya dikarenakan sebuah takdir adapun orang yang ingin menikah dengannya tetapi agamanya berbeda dengan agama yang ia anut. Mari kita kulas masalah ini hingga akhir Al-Qur’an dan As-Sunnah tentunya kedunya sangat otentik seorang muslim harus percaya dengan takdir baik dan buruk, dan ini adalah salah satu dari enam rukun iman, yang tanpa iman seseorang tidak lengkap. Allah berfirman:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ٢٢

”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22)

Dan juga Allah Swt berfirman:

 إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ٤٩

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut takdir.” (QS. Al-Qamar: 49)

Perlu diketahui bahwa beriman kepada takdir ada empat tingkatan:

  1. Beriman kepada ilmu Allah yang ajali sebelum segala sesuatu itu ada. Di antaranya seseorang harus beriman bahwa amal perbuatannya telah diketahui (diilmui) oleh Allah sebelum dia melakukannya.
  2.  Mengimani bahwa Allah telah menulis takdir di Lauhul Mahfuzh.
  3. Mengimani masyi’ah (kehendak Allah) bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah karena kehendak-Nya.
  4. Mengimani bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu. Allah adalah Pencipta satu-satunya dan selain-Nya adalah makhluk termasuk juga amalan manusia.

Pada pembahasan sang khalifah kali ini berkenaan dengan kesulitan menikah dikarenakan takdir dari ilahi berbicara tentang jodoh, ada yang berpendapat kalau jodoh itu takdir, tetapi ada pula yang bilang kalau jodoh merupakan pilihan. Takdir adalah sesuatu yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Kita tidak bisa memilih siapa yang menjadi orangtua kita, lahir pada keluarga mana, sebagai perempuan atau pria.

Ada orang yang bertemu dengan belahan jiwa dan jodohnya pada usia belia, ketika masih mengenakan seragam sekolah atau bertemu saat kuliah. Ada orang yang, kalau dilihat dari usia, kehidupan ekonomi dan pekerjaan sudah mapan, sudah waktunya mengakhiri masa lajang, tetapi masih belum bertemu jodoh.

Pertemuan kembali dengan teman sekolah atau kuliah, ketika keduanya masih berstatus lajang di masa kini, terkadang bisa menimbulkan benih-benih cinta dan asmara. Padahal, dulu saat sekolah atau kuliah, tidak mempunyai perasaan yang khusus. Ketika keduanya pacaran atau melangsungkan pernikahan, komentar dari teman-teman adalah “Mengapa enggak jadian dari dulu saja, saat masih sekolah?” Apakah jodoh adalah takdir? Takdir yang mempertemukan kembali dengan teman pada masa lalu, yang akhirnya menjadi pasangan hidup.

Bicara mengenai jodoh dan cinta. Ketika ada seorang yang mencintai kita, kita bisa jadi tidak mencintainya atau bertepuk sebelah tangan. Tidak mungkin kita memaksa karena cinta tidak dapat dipaksakan. Apakah jodoh merupakan pilihan? Seorang bisa memilih untuk menerima atau menolak cinta seorang, dan kepada siapa cinta akan diberikan.

Setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, baik pendidikan, kualitas hidup, masa depan hingga calon pasangan hidup anaknya kelak. Biasanya, orangtua memperhatikan tiga unsur, bibit, bobot dan bebet, untuk calon pasangan hidup anaknya.

Kandasnya pernikahan yang berakhir dengan perceraian adalah takdir yang harus dijalani. Apakah perceraian itu takdir? Menurutku, perceraian bukanlah takdir. Tetapi suatu pilihan dan keputusan yang harus diambil, ketika mereka sudah tidak dapat bersatu lagi dalam ikatan pernikahan, entah apa yang menjadi alasannya.

Hingga saat ini, aku masih belum menemukan jawaban, apakah jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap manusia diciptakan berpasangan, perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria. Ada yang mengatakan sejak kita dilahirkan, jodoh kita sudah ditentukan. Apakah dengan berdiam diri di rumah, jodoh akan datang dengan sendirinya?

Terlepas jodoh itu takdir atau pilihan, cinta adalah sebuah anugrah. Kehadirannya bisa datang secara tiba-tiba, tanpa kita sadari. Cinta dapat membuat seorang yang biasa menjadi luar biasa. Setiap manusia diciptakan berpasangan, ketika kita menemukan seorang yang cocok dan ada perasaan khusus, dia adalah belahan hati. Jodoh kita yang ditunggu selama ini. Segalanya indah pada waktunya.

Published inPernikahan dan Keluarga