Skip to content

Fadhilah Surah Al-Bagarah Ayat 255

Fadhilah Surah Al-Bagarah Ayat 255Surah al-baqarah ayat 255 didalamnya dinamakan sebagai ayat kursi yang memiliki khasiat dan kejadian-kejadian yang membuat keimanan kita bertambah sungguh luar biasa bagi umat muslim yang percaya akan khasiatnya setelah membaca dari berbagai referensi kami menemukan banyak sekali khasiat yang ditimbulkan dari ayat kursi ini tetapi kali sang khalifah hanya ingin membahas sedikit dari hadits dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa membaca ayat kursi di setiap selesai melakukan shalat fardhu, maka tidak ada yang mencegahnya masuk Surga kecuali kematian. (Shahih. HR. an-Nasa’i dalam as-Sunanul Kubra no.9848 dan dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.100, Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.124, dan selainnya. Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah dan Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no.6464)

Ada yang mengatakan bahwa hadits ini lemah dan tidak dapat dijadikan sebagai pegangan tetapi menurut kami bahwa hadits ini bisa dijadikan pegangan karena sanatnya bagus jadi bagi anda yang ingin memperdalam pengetahuan tentang hadits-hadit nabi sebaiknya anda mencari referensi yang lebih akurat lagi.

Pengakuan setan terhadap hebatnya surat al-baqarah 255

Kehebatan dan keampuhan ayat kursi ini tidak hanya diakui oleh manusia saja tetapi syetan pun akan berpartisipasi member i ijazah dengan menggunakan ayat kursi. Rupanya syetan tahu betul atas kehebatan ayat kursi ini,sehingga ia mengajarkan kehebatannya itu kepada sahabat Nabi.Mengenai hal ini sesuai dengan hadist Nabi yang di riwayatkan dari Abu Hurairah sebagai berikut :

“Dari Abi Hurairah ra.dia berkata : Rasulullah Saw, menyerahkan kepadaku untuk menjaga zakat Ramadhan, maka seseorang datang kepadaku seraya dia mencakup sebagaian bahan makan (kurma yang sedang dijaga). Lalu saya tangkap dia maka saya katakana: “Sungguh saya akan melaporkanmu ke hadapan Rasulullah. Dia lalu mengisahkan sebuah cerita. (Dia berkata: ”Aku sangat membutuhkannya, karena aku banyak keluarga. ”Maka orang itu saya lepaskaan dan kemudian berkata lagi: “Biarkan aku, aku akan mengajarkanmu kalimat-kalimat yang Alloh Ta’ala akan member manfa’at kepadamu dengan kalimat itu”. Lalu akuberkata: ”Apa itu?. Dia berkata: ”Jika engkau datang ke tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi. Tidak henti-hentinya bersamamu penjaga dari Alloh, dan syetan tidak akan mendekatimu sampai pagi”. Nabi Muhammad Saw bersabda: ”Benarlah dia kepadamu (tentang ayat kursi), hanya saja dia itu adalah pembohong. Dia adalah syetan”.

Berdasarkan hadist tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa ayat kursi memang sangatlah besar keutamaanya dang sangat besar khasiatnya,sehingga tidak hanya manusia saja yang mengajarkan dan mengamalkannya tetapi syetan pun yang dikategorikan makhluk pembangkang,penjerumus manusia ke jurang neraka,juga ikut mengajarkan kehebatannya kepada sahabat Nabi.

Hal ini menunjukkan keagungan dan kehebatan ayat kursi. Namun demikian kita harus tetap berkeyakinan bahwa: “Bagaimanpun hebat dan ampuhnya, jika sesuatu itu datangnya dari syetan maka hal itu pasti akan membawa kehancuran dan kemudhorotan. Dan apabila sesuatu itu datangnya dari Allah pasti akan membawa manfaat yang luar biasa. Oleh sebab itu dalam dunia magis, kita mengenal istilah Ilmu Hitam (Black Magic) dan ilmu putih (White Magic). Ilmu hitam selalu condong kepada kemungkaran, sedangkan ilmu putih selalu condong kepada kebenaran. Kedua ilmu ini selama bertentangan, namun pada akhirnya kebenaranlah yang pasti menang diatas segalanya.

Kedudukan Ayat 255 dari surat al-baqarah

Dari Anas bahwa Rasulullah saw. bertanya kepada salah seorang sahabatnya, “Apakah engkau sudah menikah?” Dia menjawab, “Belum. Aku tidak memiliki sesuatu yang dapat aku gunakan untuk menikah.” Beliau berkata, “Bukankah engkau hafal ayat ‘Qul huwallaahu ahad’?” Dia menjawab, “Ya, Aku hafal.” Beliau berkata lagi, “Itu sama dengan seperempat Al-Qur`an. Apakah engkau hafal ayat ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’?” Dia menjawab, “Ya, Aku hafal.” Beliau berkata, “Itu sama dengan seperempat Al-Qur`an. Apakah engkau hafal ayat ‘Idzaa zulzilat’?” Dia menjawab, “Ya, Aku hafal.” Beliau berkata, “Itu sama dengan seperempat Al-Qur`an.” Apakah engkau hafal ayat ‘Idzaa jaa`a nashrullaah’?” Dia menjawab, “Ya, Aku hafal.” Beliau berkata lagi, “Itu sama dengan seperempat Al-Qur`an. Apakah engkau hafal ayat Kursi?” Dia menjawab, “Ya, Aku hafal.” Lalu beliau berkata, “Itu sama dengan seperempat Al-Qur`an, maka menikahlah!”

Dari Ibnu Umar bahwa pada suatu hari Ibnu Umar ibnul Khaththab keluar menuju khalayak ramai (dan mereka berkelompok-kelompok) lalu dia berkata, “Siapa di antara kalian yang akan memberitahukan kepadaku ayat yang paling agung di dalam Al-Qur`an, ayat yang paling adil, ayat yang paling menakutkan, serta yang paling memberikan harapan?” Orang-orang terdiam, kemudian Ibnu Mas’ud berkata, “Engkau bertanya pada orang yang benar. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Ayat yang terbesar di dalam Al-Qur`an adalah ‘Allaahu laa ilaaha illaa huwa al-hayyul qayyuum.’ Ayat yang paling adil di dalam Al-Qur`an adalah ‘Innallaaha ya`muru bil ‘adli wal ihsaan….’ hingga akhirnya, adapun yang paling menakutkan di dalam Al-Qur`an adalah ‘Fa man ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarahu, wa man ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu,’ dan ayat yang paling memberikan harapan di dalam Al-Qur`an adalah, ‘Qul yaa ‘ibaadilladziina asyrafuu ‘alaa anfusihim…yaa taqnithu min rahmatillah….’’

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Surah al-Faatihah, ayat Kursi, ayat Syahidallaahu annahu laa ilaaha ilala Huwa dan Qulillaahumma maalikal mulki adalah ayat-ayat yang tergantung di Arasy, tidak ada hijab di antaranya dengan Allah.’

Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata, “Apabila Rasulullah membaca akhir surah al-Baqarah atau ayat Kursi, beliau tertawa dan berkata, ‘Keduanya adalah harta Allah yang terpendam di bawah Arasy.’ Apabila beliau membaca ‘man ya’mal suu`an yujza bihi,’ beliau mengucapkan ‘innaalillaahi wa innaa ilahi raaji’uun’ lalu menunduk.”

Dari Aifa’ bin Abdillah al-Kala’i ia berkata, “Seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah! Ayat apa yang terbesar yang ada di dalam Al-Qur`an?’ Beliau berkata, ‘Ayat Kursi, ‘Allaahu laa ilaaha ilala huwal hayyul qayyuum.’’ Laki-laki tersebut berkata lagi, ‘Ayat apa yang ada dalam Al-Qur`an yang engkau inginkan agar menimpamu dan umatmu?’ Beliau menjawab, ‘Akhir surah al-Baqarah, sebab itu adalah harta Allah yang terpendam di bawah Arasy-Nya dan engkau tidak meninggalkan kebaikan dunia dan akhirat melainkan ayat ini telah mencakupnya.’

Dari Anas berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Apakah kalian mengetahui ayat terbesar yang ada di dalam Al-Qur`an?’ Mereka berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum…’hingga akhir ayat.”

Dari Abdullah bin Rabahin, bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada Ubay bin Ka’ab, “Wahai Abu Mundzir, ayat apa yang terbesar di dalam Al-Qur`an?” Dia menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau berkata lagi, “Wahai Abu Mundzir, ayat apa yang terbesar di dalam Al-Qur`an?” Dia menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui!” Beliau berkata lagi, “Wahai Abu Mundzir, ayat apa yang terbesar di dalam Al-Qur`an?” Dia menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui!” Lalu beliau berkata, “Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum.” Abdullah bIn Rabah berkata, “Kemudian Rasulullah menepuk dadanya dan berkata, ‘Semoga ilmu dapat membahagiakanmu wahai Abu Mundzir.

Published inAl-Quran dan Hadits