Skip to content

Larangan Berdoa Meminta Kekayaan

مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعَاجِلَةَ عَجَّلۡنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلۡنَا لَهُۥ جَهَنَّمَ يَصۡلَىٰهَا مَذۡمُومٗا مَّدۡحُورٗا ١٨ وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ١٩ كُلّٗا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ Larangan Berdoa Meminta Kekayaanمِنۡ عَطَآءِ رَبِّكَۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحۡظُورًا ٢٠

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir, dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.” (QS. Al-Isra: 18-20)

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir tertulis sebagai berikut:

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirot dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

Allah Swt memberitahukan bahwa tidak semua orang yang mengejar dunia dan segala kenikmatan yang terdapat di dalamnya, ia akan mendapatkannya, dan hal itu akan didapat oleh orang-orang yang dikehendaki-Nya saja. Dan ayat ini membatasi pengertian yang ada pada ayat-ayat lain yang umum, dimana Dia berfirman: ”Maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam.” Yakni di alam akhirot, “Ia akan memasukinya”, yaitu memasukinya sehingga Neraka itu menenggelamkannya dari semua sisi. “Dalam keadaan tercela” yakni, dalam keadaan terhina atas tindakan dan perbuatannya yang buruk, di mana ia lebih memilih hal yang bersifat fana (sementara) daripada yang bersifat baqo (abadi) “Dan terusir,” Yakni, terjauhkan dan tersisihkan dalam keadaan hina dina.

Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Aisyah r.a., di mana ia bercerita, Rosululloh Saw bersabda: “Dunia ini adalah tempat tinggal bagi orang yang tidak mempunyai tempat tinggal (di surga, dan harta kekayaan bagi orang yang tidak mempunyai harta (di surga), dan padanya berkumpul orang-orang yang tidak berakal.”

Dan firman-Nya: “Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirot,” yakni, menghendaki alam akhirot dan berbagai kenikmatan dan kebahagiaan yang ada di sana.  “Dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh,” yakni, mencari hal itu melalui jalannya sedang ia mengikuti Rosul-Nya Saw  “Sedang ia adalah Mukmin,” yakni hatinya beriman, mempercayai adanya pahala dan balasan. “Maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”

Kepada masing-masing golongan baik golongan ini (ayat 18) maupun golongan itu (ayat 19) Kami berikan bantuan dari kemurahan Robb-mu. dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain), dan pasti kehidupan akhirot lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.

Alloh s.w.t. berfirman: “Kepada masing-masing golongan,” yakni, masing-masing dari kedua kelompok, yakni orang yang menghendaki dunia dan orang-orang yang menghendaki akhirot, akan Kami berikan kepada mereka berupa: “Bantuan dari kemurahan Robb-mu”. Yakni, Dialah yang mengendalikan dan mengatur, Dia tidak mungkin berbuat curang. Maka Dia akan memberikan kepada masing-masing apa yang sudah menjadi haknya, baik yang menjadi kebahagiaan atau kesengsaraan. Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang sanggup menolak ketetapan-Nya dan tidak pula ada yang sanggup menghalang-halangi pemberian-Nya, serta tidak ada pula yang sanggup merubah apa yang Dia kehendaki. Oleh karena itu, Dia berfirman: ”Dan kemurahan Robbmu tidak dapat dihalangi.Maksudnya, tidak akan ada seorang pun yang menolak dan menentang-Nya.

Al-Hasan dan juga ulama lainnya mengatakan: “Maksudnya, sama sekali tidak dapat dilarang.”

Setelah itu, Alloh Saw berfirman: ”Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain),” Yakni, di dunia. Di mana di antara mereka ada yang kaya, ada juga yang miskin, dan ada juga yang pertengahan antara keduanya. Ada juga yang mati dalam keadaan masih kecil, ada juga yang berumur panjang sampai berusia lanjut, dasn ada juga yang pertengahan antara keduanya.

“Dan pasti kehidupan akhirot lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya. Maksudnya, karena adanya perbedaan kedudukan mereka yang sangat besar di alam akhirot daripada di dunia, maka di antara mereka ada yang berada di Neraka Jahanam,lapisan paling bawah dengan disertai belenggu dan rantai yang membelitnya. Ada pula yang berada di tingkat paling atas dengan penuh kenikmatan dan kebahagiaan. Orang-orang yang berada di tingkat paling bawah pun mempunyai kedudukan yang beragam satu sama lainnya, sebagaimana halnya orang-orang yang ada di tingkatan paling atas pun mempunyai kedudukan yang beragam pula. Sesungguhnya, Surga itu mempunyai seratus tingkatan yang antara dua tingkat  adalah seperti jarak antara langit dan bumi.

Published inDasar Keyakinan