Skip to content

Malaikat Memiliki Wajah

Malaikat Memiliki WajahSetelah membahas tentang apakah malaikat bisa terbang selanjutnya sangkhalifah membahas apakah malaikat Allah itu memiliki wajah? Jika memiliki wajah, seperti apakah wajah mereka? Mengerikan ataukah menyenangkan? Lazimnya masyarakat pra islam memandang  malaikat makhluk yang indah dan menarik. Mereka bisa melawankan atau menentangkan kondisi para malaikat dengan para setan.

Malaikat dianggap mewakili segala sesuatu yang indah dan menarik, sementara setan adalah simbol dari segala macam keburukan dan kejahatan. Persepsi manusia dalam memahami wajah malaikat juga demikian. Malaikat pasti berwajah ganteng atau cantik sementara setan dipersepsikan berwajah mengerikan.

Hal ini bisa dilihat dari naskah-naskah kuno tentang berbagai kepercayaan dan agama, melalui pengenbaraan yang bersifat tertulis maupun dalam bentuk gambar. Candi-candi dan berbagai situs sejarah menunjukan secara nyata adanya persepsi tersebut. Kabaikan selalu disimbolkan dengan kecantikan dan keindahan, sementara kejahatan disimbolkan dengan keburukan.

Persepsi dan realitas masyarakat tersebut juga direkam Al-Qur’an:

فَلَمَّا سَمِعَتۡ بِمَكۡرِهِنَّ أَرۡسَلَتۡ إِلَيۡهِنَّ وَأَعۡتَدَتۡ لَهُنَّ مُتَّكَ‍ٔٗا وَءَاتَتۡ كُلَّ وَٰحِدَةٖ مِّنۡهُنَّ سِكِّينٗا وَقَالَتِ ٱخۡرُجۡ عَلَيۡهِنَّۖ فَلَمَّا رَأَيۡنَهُۥٓ أَكۡبَرۡنَهُۥ وَقَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّ وَقُلۡنَ حَٰشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا مَلَكٞ كَرِيمٞ ٣١

“Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka”. Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia” (QS. Yusuf: 31)

Kita lihat bagamana wanita-wanita mesir itu memiliki persepsi bahwa malaikat itu tampan dan indah. Sehingga ketika mereka melihat Nabi Allah Yusuf yang dianugrahi  oleh Allah paras cakep, seakan mereka tidak percaya bahwa yang berdiri di hadapan mereka adalah manusia, dan menyangka bahwa Yusuf adalah malaikat.

Al-Qur’an telah mengkonfirmasi soal wajah malaikat ini sebagaimana tersirat dalam firman Allah:

 عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلۡقُوَىٰ ٥ ذُو مِرَّةٖ فَٱسۡتَوَىٰ ٦

“Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.” (QS. An-Najm: 5-6)

Allah mengambarkan jibril sebagia makhluk kuat dan cerdas. Abdul Hamid Kisyik penulis dari Mesir menyatakan, dengan menukil pendapat Ibnu Abbas bahwa makna “Dzuu Mirratin” pada ujung ayat tersebut memiliki makna “Berpenampilan Bagus.”

Sementara itu, dalam ayat lain Allah mengambarkan tetang malaikat penjaga neraka sebagai “kasar dan keras.” Perhatikan firman Allah berikut ini:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Mengacu pada ayat-ayat tersebut, sebagaimana kemuliaan dan keputusannya kepada Allah, malaikat nampaknya memang ditampilkan bagus oleh Allah sebagaimana pendapat Ibnu Abbas. Namun di balik penampilannya yang bagus itu, penampilan malaikat Allah juga sangat disesuaikan dengan misi dan tugas yang sedang mereka emban. Dalam berbagai riwayat shahih, malaikat beberapa kali turun ke bumi dengan menampilkan diri sebagai sosok yang menarik. Misalnya; malaikat yang menjadi tamu nabi Ibrahim yang membawa informasi tetang akan hamilnya sarah, istri nabi ibrahim. Kemudian malaikat yang bertamu kepada nabi Luth, saking menariknya penampilan mereka, nabi Luth yang ketika itu tidak tahu bahwa tamunya adalah para malaikat Allah, sampai dibuat cemas, takut kalau tamu-tamunya yang elok itu akan digoda oleh kaumnya yang homoseks itu.

Published inJejak Malaikat