Skip to content

Pengkhianatan Amir bin Thufail dan Arbid bin Qais

Pengkhianatan Amir bin Thufail dan Arbid bin QaisPenghianat ini tidak hanya melakukan kejahatan kepada para sahabat nabi Saw di sumur Mi’wanah sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, melainkan dia bersekongkol dengan penghianat lain seperti, Arbid bin Qais untuk membunuh Rasulullah Saw, sebagaimana penghianatan kepada beliau. Keduanya lalu datang kepada nabi Saw dan Amir bin Thufail berkata kepada Arbid bin Qais, “Aku akan menyekap wajahnya, dan jika aku telah melakukan itu, maka tebaslah lehernya dengan pedang.”

Ketika keduanya datang kepada Rasulullah Saw Amir bin Thufail berkata kepada beliau, “Wahai Muhammad, bertemanlah denganku!” Nabi Saw berkata,” Demi Allah, tidak, hingga kamu beriman kepada Allah satu-satuNya. “Beliau mengulangi perkataan itu berkali-kali. Amir bin Thufail berkata, “ Wahai Muhammad, bertemanlah denganku!” Dia lalu mengajak nabi Saw berbicara dan menunggu apa yang akan dilakukan Arbad sebagaimana dia perintahkan kepadanya. Akan tetapi Arbad tidak melakukan sesuatu apapun. Ketika Amir melihat apa yang dilakukan Arbad, dia berkata, “Wahai Muhammad, bertemanlah denganku! “ beliau menjawab, “Tidak, hingga kamu beriman kepada Allah satu-satuNya dan tidak ada sekutu bagi-Nya!”

Ketika Rasulullah Saw tidak mau berteman dengannya, Demi Allah, aku akan mengirim kuda dan seorang untuk menghajarmu.” Ketika Rasulullah Saw berpaling, beliau berdo, “Ya Allah cegalah aku dari kejahatan Amir bin Thufail.” Ketika keduanya telah pergi dari Rasulullah Saw, Amir bin Thufail berkata kepada Lubaid, “Mengapa kamu tidak melakukan apa yang kau perintahkan kepadamu?” Dia menjawab,” Demi Allah, aku sebenarnya ingin melakukan apa yang kamu perintahkan kepadaku, tetapi aku melihatmu diantar, aku dan laki-laki itu, hingga aku tidak melihatnya selain kamu.”

Dalam satu riwayat lainnya dinyatakan, “Tetapi aku melihat antara aku dan dia terdapat pagar dari besi. Dalam perjalanan pulang, Allah menurunkan wabah tha’un kepada Amir bin Thufail di lehernya hingga dia mati terbunuh oleh tha’un itu. Sedangkan Arbaid, Allah mengirimkan petir kepadanya sehingga ia mati terbakar.

Published inPenghianatan Dalam Islam