Skip to content

Pengkhianatan Abdullah bin Ubay bin Salul

Pengkhianatan Abdullah bin Ubay bin SalulPenghianatan ini adalah pemimpin kaum munafik. Dia bercita-cita menjadi raja Yastrib (Madinah Al-Munawwarah) sebelum hijrahnya nabi Saw ke tempat itu. Akan tetapi cita-cita dan harapannya gagal, sehingga dia semakin marah dan bertambah dengki dengan datangnya cahaya gemilang. Cahaya Nabi Saw  ke Kota Yastrib, hingga berkecamuknya perang Uhud.

Penghianatan munafik ini tidak pernah menyembunyikan usahanya dalam  membuat tipu daya kepada Nabi Saw dan kaum muslimin. Karena itu, sang  penghianat pergi bersama kaum muslimin menuju gunung uhud uutk menghadapi kaum  kafir Quraisy.  Disini penghianatannya semakin tampak jelas, karena dia telah menelantarkan kaum muslimin dan dia tetap bersama orang munafik, yang pada saat itu mereka berjumlah tiga ratus orang atau sepertiga dari  jumlah kaum  muslimin dan berpaling dari mereka seraya berkata, “Apakah kita akan membunuh diri kita sendiri?”

Sebaiknya orang munafik dan pengikutnya tidak keluar bersama kaum muslimin sama sekali, melainkan tetap di Yastrib. Akan tetapi, penghianatannya dan penghianatan pengikutnya menjadikan mereka berusaha membuat kekacauan ditngah-tengah barisan  tentara kaum  muslimin hingga mereka hancur dan menjadi lemah. Namun, Allah telah menggagalkan rencana mereka dan membalikan penghianatan  mereka, sehingga kaum muslimin berhasil meraih kemenangan diawal peperangan.

Sedangkan kaum  musyrikin berhasil dipukul mundur dan meninggalkan harta benda mereka, yang pada akhirnya tentara kaum  muslimin beranggapan bahwa perang telah selesai dan mereka lengah dengan memperebutkan harta rampasan  perang serta melanggar perintah Rasulullah Saw Akibatnya keadaan berhasil dikuasai oleh kaum musyrikin.

Published inPenghianatan Dalam Islam